Persatuan Ulama dan Tokoh Masyarakat Sokobanah Tolak Mutasi Kapolsek IPTU Sujiyono


SAMPANG – Persatuan Ulama dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Sokobanah yang tergabung dalam PERKASA (Persatuan Ulama dan Tokoh Masyarakat Sokobanah) secara resmi menyatakan keberatan atas rencana mutasi Kapolsek Sokobanah, IPTU Sujiyono, S.H., sebagaimana tercantum dalam telegram mutasi yang dikeluarkan oleh Polda Jawa Timur.

Sikap keberatan tersebut dituangkan dalam bentuk surat permohonan resmi yang ditujukan kepada Kapolres Sampang dan Kapolda Jawa Timur, pada Jumat, 9 Januari 2026. Dalam surat itu, PERKASA secara tegas memohon agar IPTU Sujiyono tetap dipertahankan menjabat sebagai Kapolsek Sokobanah dan tidak dipindahkan ke jabatan lain.

PERKASA menilai, selama kepemimpinan IPTU Sujiyono, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kecamatan Sokobanah berada dalam kondisi yang sangat kondusif. Kehadiran Kapolsek dinilai mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan damai bagi masyarakat, melalui pendekatan yang humanis serta komunikasi yang intens dengan para ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga.

“Beliau tidak hanya menjalankan fungsi sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga membangun hubungan emosional yang kuat dengan masyarakat. Pendekatan persuasif, imbauan positif, serta silaturahmi yang terus dijaga menjadi kunci terciptanya kondusivitas wilayah Sokobanah,” ujar salah satu perwakilan PERKASA.

Dalam surat keberatan tersebut, PERKASA memaparkan 13 poin pertimbangan utama sebagai dasar permohonan penolakan mutasi. Salah satunya menekankan bahwa IPTU Sujiyono telah menunjukkan kinerja yang nyata, terukur, dan konsisten dalam menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat sejak menjabat sebagai Kapolsek Sokobanah.

Selain itu, PERKASA juga menyoroti kondisi politik menjelang Pilkada serentak di Kabupaten Sampang, yang dinilai memiliki potensi kerawanan konflik, khususnya di Kecamatan Sokobanah. Mulainya gesekan antarpendukung calon kepala daerah menjadi alasan kuat perlunya figur Kapolsek yang telah memahami karakter masyarakat dan dinamika sosial wilayah.

Berdasarkan rekam jejaknya, IPTU Sujiyono dinilai terbukti mampu mengelola dan meredam konflik sosial. Hal tersebut terlihat jelas saat pelaksanaan Pilkades tahun 2024, di mana tingkat ketegangan dan potensi konflik antarpendukung cukup tinggi. Namun berkat kepemimpinan yang tegas, bijaksana, dan persuasif, situasi dapat dikendalikan tanpa menimbulkan gejolak berarti.

PERKASA juga memandang IPTU Sujiyono sebagai sosok figur teladan sekaligus sesepuh bagi masyarakat Sokobanah. Pengalaman, keluasan wawasan, serta kebijaksanaannya dianggap mampu memberikan pengaruh positif dalam membentuk masyarakat yang tertib, aman, dan harmonis.

“Kami merasakan betul bahwa beliau sudah menjadi bagian dari masyarakat Sokobanah. Kehadiran beliau memberikan rasa aman dan ketenangan. Oleh karena itu, kami memohon dengan hormat agar bapak kami, Kapolsek IPTU Sujiyono, tidak dimutasi atau dipindahkan, karena kami masih sangat membutuhkan beliau,” tegas perwakilan PERKASA.

Hingga berita ini diturunkan, surat permohonan penolakan mutasi tersebut telah diterima oleh Polres Sampang dan Polda Jawa Timur. Masyarakat Sokobanah berharap aspirasi yang disampaikan oleh para ulama dan tokoh masyarakat tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan serius bagi pimpinan Polri dalam mengambil kebijakan selanjutnya.

Redaksi 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama