Lumajang, Upaya Polri untuk menghadirkan pelayanan publik yang benar-benar menyentuh masyarakat terus dilakukan. Kali ini, Satpas Polres Lumajang melaksanakan kegiatan bertajuk “Polri Menyapa”, sebuah program pelayanan berbasis empati yang membawa petugas turun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan pembuatan SIM secara humanis, cepat, dan gratis bagi warga tidak mampu.
Sejak pagi, petugas Satpas Lumajang terlihat menyambangi sejumlah titik pemukiman warga di wilayah Kabupaten Lumajang. Mereka datang bukan hanya untuk menyosialisasikan pentingnya tertib berlalu lintas, tetapi juga memberikan pendampingan langsung dalam proses pembuatan SIM, mulai dari pengecekan berkas hingga edukasi tata cara ujian teori dan praktik.
“Kami ingin mendekatkan pelayanan agar masyarakat tidak merasa kesulitan. Bagi warga yang kurang mampu, kami berikan fasilitas SIM gratis agar semua bisa berkendara dengan legal dan aman,” ujar salah satu petugas Satpas Polres Lumajang di sela kegiatan.
Program ini tak sekadar menjadi ajang pelayanan administratif, namun juga bagian dari gerakan sosial Polri Presisi — menghadirkan kepolisian yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada rakyat kecil. Dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga, Satpas Lumajang ingin menegaskan bahwa kepemilikan SIM bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi hak setiap warga negara yang berhak mendapatkan pelayanan setara.
Kegiatan “Polri Menyapa” ini disambut hangat oleh masyarakat. Warga mengaku terbantu dengan adanya pendekatan personal dan kebijakan pembuatan SIM gratis bagi mereka yang tidak mampu, sebuah inisiatif yang dinilai sangat membantu di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit.
“Kami sangat bersyukur, tidak menyangka polisi datang langsung ke kampung kami untuk membantu buat SIM. Ini benar-benar membantu,” ungkap salah satu warga penerima manfaat.
Melalui kegiatan ini, Satpas Polres Lumajang juga menegaskan pentingnya edukasi keselamatan berlalu lintas. Masyarakat diajak memahami bahwa kepemilikan SIM bukan hanya legalitas, tetapi juga bentuk tanggung jawab di jalan raya demi keselamatan bersama.
Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari itu ditutup dengan dialog terbuka antara petugas dan masyarakat. Banyak warga yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Polri yang kini semakin terbuka, responsif, dan hadir langsung menyentuh kebutuhan riil masyarakat.
Langkah Satpas Polres Lumajang ini menjadi contoh nyata transformasi pelayanan publik Polri di tingkat daerah — bukan hanya sekadar melayani, tetapi juga memberi arti dan keadilan sosial bagi masyarakat kecil.
Penulis muksan
