SAMPAN– Peristiwa berdarah menggemparkan warga Jalan Rajawali, Kelurahan Karang Dalem, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Seorang pria berinisial LR (38) diduga melakukan penganiayaan terhadap paman dan adik kandungnya sendiri menggunakan sebilah celurit (calok).
Akibat kejadian tersebut, paman pelaku berinisial J (47) mengalami luka serius. Korban menderita luka robek di bagian leher bawah telinga serta luka parah di bagian perut hingga menyebabkan usus keluar. Sementara itu, adik kandung pelaku berinisial SA (23) mengalami luka di pergelangan tangan kanan.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, aksi penganiayaan diduga dipicu oleh konflik keluarga yang telah berlangsung cukup lama.
"Antara korban dan pelaku sudah lama tidak harmonis dan sering terjadi cekcok," ujar AKP Eko, Rabu (8/7/2026).
Kedua korban segera dievakuasi ke RSUD Mohammad Zyn untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga saat ini, keduanya masih menjalani perawatan intensif.
Humas RSUD Mohammad Zyn Sampang, H. Amin Jakfar Sodik, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa kedua korban saat ini dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU).
"Pasien saat ini dilakukan perawatan di ICU," singkatnya.
AKP Eko juga mengungkapkan bahwa pelaku merupakan seorang residivis kasus pencurian yang baru sekitar 10 hari menghirup udara bebas setelah menjalani hukuman penjara.
Setelah menerima laporan dari masyarakat, Tim URC Satreskrim Polres Sampang bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Dalam waktu kurang dari 12 jam, pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti yang diduga digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut.
Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi balasan dari pihak keluarga, jajaran Intelkam dan Satreskrim Polres Sampang disiagakan di sekitar lokasi kejadian guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Kasus ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Polisi terus melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap secara lengkap kronologi dan motif di balik peristiwa berdarah tersebut.
(Samsu)
